Kupang, LintasHukRimIndonesia.Com — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dengan tema “Setia di Garis Perjuangan yang Sama”, refleksi mengenai makna kebenaran kembali ditegaskan sebagai fondasi penting dalam menjaga kesetiaan dan solidaritas pekerja di era globalisasi.
Melalui refleksi yang disampaikan Halen S. Taka, M.Hum., kebenaran dipandang sebagai landasan utama dalam membangun hubungan sosial yang sehat dan berkelanjutan. Kebenaran memungkinkan setiap pihak memahami realitas secara jernih tanpa distorsi maupun manipulasi, sehingga tercipta hubungan yang lebih kuat dan bermakna.
Dalam konteks hubungan industrial, pengusaha dan kaum pekerja disebut bukan sebagai pihak yang saling berhadapan, melainkan mitra humanis yang saling membutuhkan. Kerja sama keduanya menjadi kunci dalam menciptakan dunia kerja yang adil, sejahtera, dan harmonis.
Keberhasilan pengusaha tidak terlepas dari kontribusi pekerja, sementara kesejahteraan pekerja juga memerlukan dukungan serta tanggung jawab pengusaha. Karena itu, komunikasi yang baik, saling menghargai, serta solidaritas menjadi prinsip utama dalam mencapai tujuan bersama.
Momentum HUT KSPSI ke-53 dinilai sebagai pengingat penting akan arti kesetiaan kawanan sebagai kekuatan kolektif. Nilai tersebut diyakini mampu memperkuat persatuan, meningkatkan solidaritas, serta mendorong kemajuan bersama di tengah tantangan globalisasi yang semakin kompleks.
Selain itu, seluruh elemen pekerja diajak untuk terus memperkuat kebersamaan dan menjaga semangat perjuangan demi keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan bersama.
Peringatan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum refleksi untuk meneguhkan komitmen terhadap kebenaran sebagai cahaya yang menerangi arah perjuangan menuju masyarakat yang lebih adil dan harmonis.
Reporter: Yohanes Tafaib
















