Jakarta, Lintashukrimindonesia.com– Meningkatnya ancaman keamanan global mendorong Indonesia dan Australia untuk memperdalam kemitraan strategis di bidang hukum dan keamanan.
Hal ini mengemuka dalam Pertemuan ke-11 Australia–Indonesia Ministerial Council Meeting on Law and Security (MCM) yang digelar di Jakarta, Rabu (28/1).
Forum bilateral tersebut menjadi wadah evaluasi sekaligus perumusan langkah lanjutan dalam menghadapi tantangan keamanan, mulai dari terorisme, kejahatan transnasional, hingga risiko keamanan siber dan maritim.
Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan kerja sama Indonesia-Australia tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga stabilitas kawasan secara lebih luas.
“Stabilitas regional hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang kuat dan berkelanjutan, termasuk antara Indonesia dan Australia,” ujar Menko Polkam.
“Kemitraan keamanan Indonesia dan Australia tidak hanya penting bagi kedua negara, tetapi juga bagi stabilitas regional,” tambahnya.
Tony Burke menambahkan pendekatan kolaboratif menjadi kunci menghadapi ancaman yang bersifat lintas batas.
“Ancaman yang kita hadapi saat ini tidak mengenal batas negara. Karena itu, kerja sama yang lebih dalam dan konkret menjadi kebutuhan bersama,” kata Burke.
Pertemuan ditutup dengan adopsi Joint Communique yang memuat hasil pembahasan serta rencana tindak lanjut untuk memperkuat kerja sama keamanan kedua negara. (red)
















