4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Aktivis Andrie Yunus, Puspom TNI Tegaskan Proses Hukum Transparan

Empat oknum TNI diamankan, polisi temukan pola pengintaian dan pembagian peran dalam serangan terhadap Andrie Yunus.

banner 120x600
banner 468x60
Bagikan Info

JAKARTA, LINTASHUKUM&KRIMINALINDONESIA.COM – Pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus memasuki tahap krusial. Empat prajurit TNI resmi ditetapkan sebagai tersangka dan telah diamankan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, sementara Polda Metro Jaya terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap peran para pelaku di lapangan.

 

banner 325x300

Keempat tersangka masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Mereka diketahui merupakan anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dan saat ini menjalani proses hukum di bawah kewenangan Polisi Militer.

 

Komandan Puspom TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir keterlibatan prajurit dalam tindak pidana.

“Kami pastikan proses hukum berjalan transparan dan tegas sesuai aturan yang berlaku di lingkungan TNI,” ujarnya dalam keterangan resmi.

 

Di sisi lain, Polda Metro Jaya mengungkap adanya dua pelaku lapangan yang diduga sebagai eksekutor penyiraman, yakni berinisial BAC dan MAK. Keduanya teridentifikasi melalui analisis rekaman CCTV di sejumlah titik serta pendalaman terhadap keterangan saksi.

 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menyebut aksi tersebut mengarah pada perencanaan matang.

“Dari hasil analisis sementara, terdapat indikasi kuat bahwa peristiwa ini direncanakan dan melibatkan lebih dari satu pelaku dengan peran berbeda,” ungkapnya.

 

Ia juga mengungkap fakta baru terkait kondisi pelaku saat kejadian.

“Salah satu pelaku diduga sempat terkena cairan tersebut dan berupaya membersihkan diri serta mengganti pakaian untuk menghilangkan jejak,” tambahnya.

 

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diduga telah membuntuti korban sejak dari lokasi aktivitas sebelum melancarkan serangan di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Rekaman CCTV memperlihatkan pergerakan pelaku yang mengikuti korban hingga ke titik kejadian.

 

Polda Metro Jaya juga menegaskan bahwa jumlah pelaku kemungkinan lebih dari empat orang.

“Kami masih terus mendalami kemungkinan adanya pelaku lain, termasuk pihak yang berperan dalam perencanaan maupun pengendalian aksi,” kata Iman.

 

Selain itu, penyidik menemukan indikasi adanya upaya pengaburan fakta pascakejadian melalui penyebaran informasi dan gambar yang diduga telah dimanipulasi.

 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam mengusut tuntas kasus ini.

“Kami akan mengungkap kasus ini secara menyeluruh, termasuk jika ada aktor intelektual di baliknya,” tegasnya.

 

Polda Metro Jaya saat ini terus berkoordinasi dengan Puspom TNI untuk mencocokkan identitas pelaku lapangan dengan empat prajurit yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sinkronisasi data ini dinilai penting untuk mengungkap secara utuh keterkaitan antara eksekutor dan pihak yang diduga terlibat dalam perencanaan.

 

Kasus ini menjadi perhatian luas publik karena diduga melibatkan aparat negara dan memiliki pola serangan yang terorganisir. Desakan agar pengusutan dilakukan secara transparan dan menyeluruh terus menguat.

 

Hingga saat ini, proses penyidikan masih berlangsung dengan fokus pada pengungkapan seluruh jaringan pelaku serta motif di balik penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Aparat penegak hukum menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara profesional dan tanpa pandang bulu.

 

RAYHAN SETYANDIKA MUHPATA

banner 325x300
Baca Juga  Bupati Hadiri HUT Ke-19 Kecamatan Kelapa Dua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *